|
Kubur Batu 5000 Tahun Ditemukan di Fajar Bulan |
|
Ditulis Oleh Ahmad Mujib
|
|
Kubur Batu 5000 Tahun Ditemukan di Lahat Sriwijaya Post - Senin, 18 Januari 2010 09:49 WIB LAHAT, SRIPO — Dua situs kubur batu berbentuk bangunan rumah batu, ditemukan di areal perkebunan kopi Desa Talang Pagarangung, Kecamatan Fajar Bulan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Minggu (17/1).
|
|
|
Yakin Bisa Samai Pasadena Amerika |
|
Ditulis Oleh Ahmad Mujib
|
|
Jumat, 18 Desember 2009 00:36 PAGARALAM – Meski hujan mengguyur Pagaralam sejak pagi, tetapi pembukaan Festival Bunga se-Sumsel yang dibuka Wagub Sumsel, H Edi Yusuf berlangsung meriah dan semarak. Acara ini dimulai pukul 10.00 WIB ditandai pelepasan balon dan burung.
|
|
|
2010,Pagaralam Bangun PLTA |
|
Ditulis Oleh Ahmad Mujib
|
|
Saturday, 19 December 2009 PAGARALAM (SI) – Warga Kota Pagaralam patut berbangga.Dalam waktu dekat Kota Pagaralam akan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) mini hidro berkapasitas 5 Mega Watt (MW).
|
|
|
Menguak Sejarah Jeme Kite |
|
Ditulis Oleh Jeme Kite
|
|
MENGUAK SEJARAH : PAGAR ALAM MENGUKIR SEJARAH “Sebuah Catatan Dari Seminar Nasional Peradaban Besemah Sebagai Pendahulu Kerajaan Sriwijaya”Oleh : Budiarjo Sahar(Wakil Sekjen DPD KNPI Kota Pagar Alam, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Pagar Alam, Tenaga Pengajar STKIP Muhammadiyah Pagar Alam) Spektakuler, itulah barangkali kata yang pas untuk disampaikan atas terselenggaranya Seminar Nasional “Peradaban Besemah Sebagai Pendahulu Kerajaan Sriwijaya” yang merupakan kerja bareng antara Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Dirjen Kesbangpol) dengan Pemerintah Kota Pagar Alam yang mengangkat tema : Dengan Seminar Nasional Peradaban Besemah Sebagai Pendahulu Kerajaan Sriwijaya Kita Wujudkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Serta Rasa Cinta Tanah Air. Seminar akbar yang dilaksanakan ini terbilang sukses karena cukup istimewa dan berbeda dengan seminar-seminar yang pada umumnya dilaksanakan, terutama pesertanya terdiri dari para raja-raja/sultan seantero nusantara, para budayawan, arkeolog dan pakar-pakar sejarah dari tingkat nasional dan lokal. Walaupun terbilang sukses seminar ini masih menyisakan PR besar dan perlu ditindaklanjuti karena sampai seminar ini berakhir tidak ada satu pihakpun dalam seminar tersebut yang dapat menjelaskan secara pasti letak sesungguhnya Kerajaan Sriwijaya, namun bukan tidak beralasan kalau dikatakan bahwa peradaban Besemah sebagai pendahulu Kerajaan Sriwijaya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya temuan peninggalan peradaban masa lalu, berupa batu-batu besar yang berasal dari aktivitas kebudayaan megalitik, antara lain dalam bentuk ruang batu (rumah batu), kubur batu, pahatan yang membentuk lukisan dipermukaan bukit batu dan arca-arca yang tersebar ditanah Pasemah.
Hal ini didukung oleh hasil penelitian beberapa pakar megalitik berkewarganegaraan Belanda, salah satunya A.N.J.Th.A Th. Vander Hoop, yang hasil penelitiannya dituangkan dalam sebuah buku yang berjudul : The Megalitic Remains In South Sumatera (1932). Mengenai temuan sejumlah besar megalitik di Dataran Tinggi Pasemah didalam bukunya dikatakan “merupakan bukti yang kaya diawal sejarah’. Bukti-bukti itu menurut para pakar dapat dijadikan titik awal peradaban megalitik yang selanjutnya berkembang di wilayah Sumatera dan Jawa. Hal ini didukung pula oleh pendapat budayawan terkemuka di Sumatera Selatan yaitu Djohan Hanafiah yang memprediksi bahwa Dinasti Syailendra tersebut berasal dari dataran tinggi Pasemah dan sekitar Gunung Dempo.
|
|
|
Abu Dempo Rusak Puluhan Hektare Kebun |
|
Ditulis Oleh Ahmad Mujib
|
|
Abu Dempo Rusak Puluhan Hektare Kebun | | | Sripo/her | Gunung Api Dempo menyemburkan hujan abu sejak, Kamis (21/5) | Sriwijaya Post - 23 Mei 2009 PAGARALAM, SRIPO—Semburan hujan abu yang dikeluarkan Gunung Api Dempo sejak Kamis (21/5) tidak hanya membuat warga yang berdomisili di Dusun Kerinjing, Kec Dempo Utara dan Kecamatan Jarai, Lahat, panik. Lebih dari itu, hujan abu itu merusak sedikitnya 20 hektare areal perkebunan serta sayuran milik warga. Butiran abu yang berasal dari Gunung Api Dempo terlihat masih memutih bertabur baik di jalan dan daun sayur perkebunan terutama yang berada di kaki gunung. Berdasarkan pantauan, Jumat (22/5), hujan abu yang tidak terdeteksi sama sekali oleh alat sismograf (alat pemantau gunung api) yang ada di pos pemantau gunung api kota Pagaralam, juga merusak areal perkebunan milik warga di Desa Bukit Timur, Jarai, Lahat.
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 5 dari 46 |