|
Sejarah Sriwijaya Versi A Grozali |
|
Ditulis Oleh Alamsyah
|
|
AHMAD GROZALI Mengkerin, penulis angkatan Balai Pustaka, dengan karya tulisnya yang terkenal Syair Si Pahit Lidah, mempunyai pendapat lain tentang sejarah Sriwijaya. Pendapatnya itu tertuang dalam satu manuskrip yang disimpan oleh keluarga orang yang disapanya dengan sapaan “paman” di Palembang. Dokumentasi pribadi paman Abdullah Senibar itu patut dijadikan bahan kajian tentang sejarah Sriwijaya atau sejarah lokal Sumsel. Judul manuskrip yang ditulis oleh penulis Balai Pustaka itu adalah “Ringkasan Sedjarah Seriwidjaja Pasemah”. Ahmad Grozali, penulis Syair Si Pahit Lidah, yang sebagai jurnalis pernah menulis artikel “Gara-gara Berdialog” itu, mengemukakan pendapatnya tentang Sriwijaya sebagai berikut.
Pada tahun 101 Syaka (bertepatan dengan tahun 179 Masehi), berlabuhlah tujuh bahtera (jung) di Pulau Seguntang. Pulau Seguntang iu adalah Bukit Seguntang yang sekarang, yaitu bukit dengan ketinggian 27 meter di atas permukaan laut, di dalam Kota Palembang.
Pada masa itu, yaitu sekitar abad kedua Masehi, daerah Sumatera Selatan ini masih merupakan bencah lebar atau rawa-rawa yang sangat luas. Hanya ada beberapa daratan yang tampak seperti terapung di atas permukaan laut. Di antara daratan yang muncul di atas permukaan laut itu adalah (1) Bukit Seguntang, sebagai apung pertama; (2) Kute Abung Bukit Serela, sebagai apung tengah; dan (3) Daratan Tinggi Tanah Besemah dengan puncaknya Gunung Dempu, sebagai apung kulon (apung barat).
Kute Abung Bukit Serela adalah Bukit Serela di Kabupaten Lahat, yang sekarang dikenal juga dengan nama Bukit Jempol. Di situ pernah ditemukan jangkar jung kuno yang berasal dari awal abad Masehi. Daerah itu dikenal juga dengan sebutan Abung Tinggi. Bukit Serela atau Bukit Jempol itu tingginya 670 meter di atas permukaan laut. Dataran Tinggi Tanah Besemah dengan puncaknya Gunung Dempu itu adalah wilayah Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat dengan gunung tertinggi di Sumatera Selatan, yang kini dikenal dengan Gunung Dempo. Gunung Dempu (Dempo) itu sebenarnya mempunyai tiga puncak, yaitu (1) puncak belumut (Gunung Lumut), (2) puncak beghapi (Gunung Berapi), dan (3) puncak dempu (Gunung Dempu). Puncak yang tertinggi adalah puncak Dempu (Gunung Dempu), 3.173 meter di atas permukaan laut.
|
|
|
Peradaban Besemah Sebagai Pendahulu Kerajaan Sriwijaya |
|
Ditulis Oleh johnnie Roimansyah
|
|
Seminar yang berlangsung dari tanggal 27 Februari 2009 s.d 1 Maret 2009 di Kota Pagar Alam ini mengundang sejumlah ahli dan para pejabat penting, seperti gubernur dan raja di Jawa dan Bali. Sultan Iskandar Mahmud Badarudin,Raja Ida Tjokorda Ngurah Djambe Pemecutan (Raja Denpasar IX), Muslihun, Djohan Hanafiah, Drs H Hidayat Harun, Prof Dr Noerhadi Magetsari, Dr Agus Aris Munandar, Yose Rizal SS Msi, dan Dr Haris Sukendar serta 35 tokoh spiritual dan juru kunci kompleks peninggalan kerajaan Sriwijaya. Seminar ini masih menyisakan PR besar dan perlu ditindak lanjuti karena sampai seminar ini berakhir tidak ada satu pihakpun dalam seminar tersebut yang dapat menjelaskan secara pasti letak sesungguhnya Kerajaan Sriwijaya, namun bukan tidak beralasan kalau dikatakan bahwa peradaban Besemah sebagai pendahulu Kerajaan Sriwijaya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya temuan peninggalan peradaban masa lalu, berupa batu-batu besar yang berasal dari aktivitas kebudayaan megalitik, antara lain dalam bentuk ruang batu (rumah batu), kubur batu, pahatan yang membentuk lukisan dipermukaan bukit batu dan arca-arca yang tersebar ditanah Pasemah.
|
|
|
Muhammad Saman Loear dan Guritan Besemah |
|
Ditulis Oleh johnnie Roimansyah
|
|
Di kaki Gunung Dempo, tahun 1971, William A Collin iseng memutar kasetguritan pemberian teman barunya. Volumenya disetel agak keras. Alunanlagu itu memancing penduduk setempat berkerumun, dari semula satuorang yang menguping sampai akhirnya berjumlah puluhan. Calon doktorantropologi University of California, Los Angeles, ini heran, mengapaorang desa yang berjarak 294 km barat daya Palembang itu begitubersemangat mendengar guritan.Ia menjadi makin penasaran ketika melihat seorang ibu menangistersedu-sedu mendengar cerita dari kaset itu. Collin bertanya panjanglebar kepada Muhammad Saman Loear, teman barunya, yang tak lain adalahartis pelantun guritan tadi.
|
|
|
Jalan Alternatif Pagaralam-Kotaagung Rusak Parah |
|
Ditulis Oleh Ahmad Mujib
|
|
Sriwijaya Post - Kamis, 19 Februari 2009 18:31 WIB http://www.sripoku.com/view/6692/Jalan-Alternatif-Pagaralam-Kotaagung-Rusak-Parah.html PAGARALAM, KAMIS - Jalan alternatif yang menghubungkan Pagaralam-Lahat tepatnya melalui ruas Bandar Kota Pagaralam tembus ke Kota Agung Lahat sepajang 20 km kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan sepanjang jalan tersebut dipenuhi semak, lobang dan longsor sehingga jalan ini menjadi licin. Apalagi kondisi sepanjang jalan tersebut berada di pinggir jurang
|
|
|
Ribuan Ha Hutan Lindung di Pagaralam Kritis |
|
Ditulis Oleh Ahmad Mujib
|
|
Sriwijaya Post - Kamis, 19 Februari 2009 18:23 WIB http://www.sripoku.com/view/6690/Ribuan-Ha-Hutan-Lindung-di-Pagaralam-Kritis.html PAGARALAM, KAMIS - Meskipun Pemerintah pusat sudah menganggarkan sekitar Rp 8,5 triliun melalui Departemen Kehutanan (Dephut) untuk proyek Gerakan Rehabilitasai Hutan dan Lahan (Gerhan) sebagai upaya menyelamatkan kerusakan hutan lindung termasuk yang berada di Kota Pagaralam ternyata langkah itu kurang efektif. Dari total luas hutan lindung 28.740 hektare dengan kondisi kerusakan parah seluas 7.775 hektar.
|
|
|
Amblas 10 Meter, Pagaralam-Tanjungsakti Lumpuh |
|
Ditulis Oleh Chandra Tasti
|
|
Sriwijaya Post - 2/2/2009 17:10 WIB PAGARALAM, SENIN - Jalur utama penghubung Pagaralam-Tanjungsakti tepatnya di Dusun Pagarden, Kelurahan Pagarwangi dan Dusun Murasiban, Kelurahan Muarasiban, Kecamatan Dempo Utara amblas sepanjang 10 meter dengan kedalaman badan jalan yang amblas dengan lebar 2,5 m. Kondisi yang ada membuat kendaraan yang melintas di daerah ini menjadi terganggu, dan harus berjalan bergantian berlawanan arah akibat kondisi yang ada. Demikian pantauan Sripo, Senin (2/2) amblasnya jalan yang ada lebih diakibatkan hujan yang turun cukup deras sepanjang minggu malam.
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 16 - 21 dari 52 |