04:48:17 - 06.09.2010

LOGIN ANGGOTA






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

MILIS KITE



Alumni SMPN 1 PGA

Email:


JAJAK PENDAPAT

Pendapat Anda Tentang Rencana Pembentukan Kabupaten Besemah
 

CHAT BOX

Nama:

Pesan:

Home
Sejarah Sriwijaya Versi A Grozali
Ditulis Oleh Alamsyah   
AHMAD GROZALI Mengkerin, penulis angkatan Balai Pustaka, dengan karya tulisnya yang terkenal Syair Si Pahit Lidah, mempunyai pendapat lain tentang sejarah Sriwijaya. Pendapatnya itu tertuang dalam satu manuskrip yang disimpan oleh keluarga orang yang disapanya dengan sapaan “paman” di Palembang. Dokumentasi pribadi paman Abdullah Senibar itu patut dijadikan bahan kajian tentang sejarah Sriwijaya atau sejarah lokal Sumsel. Judul manuskrip yang ditulis oleh penulis Balai Pustaka itu adalah “Ringkasan Sedjarah Seriwidjaja Pasemah”.

Ahmad Grozali, penulis Syair Si Pahit Lidah, yang sebagai jurnalis pernah menulis artikel “Gara-gara Berdialog” itu, mengemukakan pendapatnya tentang Sriwijaya sebagai berikut.

Pada tahun 101 Syaka (bertepatan dengan tahun 179 Masehi), berlabuhlah tujuh bahtera (jung) di Pulau Seguntang. Pulau Seguntang iu adalah Bukit Seguntang yang sekarang, yaitu bukit dengan ketinggian 27 meter di atas permukaan laut, di dalam Kota Palembang.

Pada masa itu, yaitu sekitar abad kedua Masehi, daerah Sumatera Selatan ini masih merupakan bencah lebar atau rawa-rawa yang sangat luas. Hanya ada beberapa daratan yang tampak seperti terapung di atas permukaan laut. Di antara daratan yang muncul di atas permukaan laut itu adalah (1) Bukit Seguntang, sebagai apung pertama; (2) Kute Abung Bukit Serela, sebagai apung tengah; dan (3) Daratan Tinggi Tanah Besemah dengan puncaknya Gunung Dempu, sebagai apung kulon (apung barat).

Kute Abung Bukit Serela adalah Bukit Serela di Kabupaten Lahat, yang sekarang dikenal juga dengan nama Bukit Jempol. Di situ pernah ditemukan jangkar jung kuno yang berasal dari awal abad Masehi. Daerah itu dikenal juga dengan sebutan Abung Tinggi. Bukit Serela atau Bukit Jempol itu tingginya 670 meter di atas permukaan laut.
Dataran Tinggi Tanah Besemah dengan puncaknya Gunung Dempu itu adalah wilayah Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat dengan gunung tertinggi di Sumatera Selatan, yang kini dikenal dengan Gunung Dempo. Gunung Dempu (Dempo) itu sebenarnya mempunyai tiga puncak, yaitu (1) puncak belumut (Gunung Lumut), (2) puncak beghapi (Gunung Berapi), dan (3) puncak dempu (Gunung Dempu). Puncak yang tertinggi adalah puncak Dempu (Gunung Dempu), 3.173 meter di atas permukaan laut.
 
Peradaban Besemah Sebagai Pendahulu Kerajaan Sriwijaya
Ditulis Oleh johnnie Roimansyah   

 

Seminar yang berlangsung dari tanggal 27 Februari 2009 s.d 1 Maret 2009 di Kota Pagar Alam ini mengundang sejumlah ahli dan para pejabat penting, seperti gubernur dan raja di Jawa dan Bali. Sultan Iskandar Mahmud Badarudin,Raja Ida Tjokorda Ngurah Djambe Pemecutan (Raja Denpasar IX), Muslihun, Djohan Hanafiah, Drs H Hidayat Harun, Prof Dr Noerhadi Magetsari, Dr Agus Aris Munandar, Yose Rizal SS Msi, dan Dr Haris Sukendar serta 35 tokoh spiritual dan juru kunci kompleks peninggalan kerajaan Sriwijaya. Seminar ini masih menyisakan PR besar dan perlu ditindak lanjuti karena sampai seminar ini berakhir tidak ada satu pihakpun dalam seminar tersebut yang dapat menjelaskan secara pasti letak sesungguhnya Kerajaan Sriwijaya, namun bukan tidak beralasan kalau dikatakan bahwa peradaban Besemah sebagai pendahulu Kerajaan Sriwijaya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya temuan peninggalan peradaban masa lalu, berupa batu-batu besar yang berasal dari aktivitas kebudayaan megalitik, antara lain dalam bentuk ruang batu (rumah batu), kubur batu, pahatan yang membentuk lukisan dipermukaan bukit batu dan arca-arca yang tersebar ditanah Pasemah.

 
Muhammad Saman Loear dan Guritan Besemah
Ditulis Oleh johnnie Roimansyah   
Di kaki Gunung Dempo, tahun 1971, William A Collin iseng memutar kasetguritan pemberian teman barunya. Volumenya disetel agak keras. Alunanlagu itu memancing penduduk setempat berkerumun, dari semula satuorang yang menguping sampai akhirnya berjumlah puluhan. Calon doktorantropologi University of California, Los Angeles, ini heran, mengapaorang desa yang berjarak 294 km barat daya Palembang itu begitubersemangat mendengar guritan.Ia menjadi makin penasaran ketika melihat seorang ibu menangistersedu-sedu mendengar cerita dari kaset itu. Collin bertanya panjanglebar kepada Muhammad Saman Loear, teman barunya, yang tak lain adalahartis pelantun guritan tadi.
 
Jalan Alternatif Pagaralam-Kotaagung Rusak Parah
Ditulis Oleh Ahmad Mujib   
Sriwijaya Post - Kamis, 19 Februari 2009 18:31 WIB
http://www.sripoku.com/view/6692/Jalan-Alternatif-Pagaralam-Kotaagung-Rusak-Parah.html
 

PAGARALAM, KAMIS - Jalan alternatif yang menghubungkan Pagaralam-Lahat tepatnya melalui ruas Bandar Kota Pagaralam tembus ke Kota Agung Lahat sepajang 20 km kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan sepanjang jalan tersebut dipenuhi semak, lobang dan longsor sehingga jalan ini menjadi licin. Apalagi kondisi sepanjang jalan tersebut berada di pinggir jurang

 
Ribuan Ha Hutan Lindung di Pagaralam Kritis
Ditulis Oleh Ahmad Mujib   
Sriwijaya Post - Kamis, 19 Februari 2009 18:23 WIB
http://www.sripoku.com/view/6690/Ribuan-Ha-Hutan-Lindung-di-Pagaralam-Kritis.html
 

PAGARALAM, KAMIS - Meskipun Pemerintah pusat sudah menganggarkan sekitar  Rp 8,5 triliun melalui  Departemen Kehutanan (Dephut)  untuk proyek Gerakan Rehabilitasai Hutan dan Lahan (Gerhan) sebagai upaya menyelamatkan kerusakan hutan lindung termasuk yang berada di Kota Pagaralam  ternyata langkah itu kurang efektif. Dari total luas hutan lindung 28.740 hektare dengan kondisi kerusakan parah  seluas 7.775 hektar.

 
Amblas 10 Meter, Pagaralam-Tanjungsakti Lumpuh
Ditulis Oleh Chandra Tasti   
Sriwijaya Post - 2/2/2009 17:10 WIB

PAGARALAM, SENIN - Jalur utama penghubung Pagaralam-Tanjungsakti tepatnya di Dusun Pagarden, Kelurahan Pagarwangi dan Dusun Murasiban, Kelurahan Muarasiban, Kecamatan Dempo Utara amblas sepanjang 10 meter dengan kedalaman badan jalan yang amblas dengan lebar 2,5 m. Kondisi yang ada membuat kendaraan yang melintas di daerah ini menjadi terganggu, dan harus berjalan bergantian berlawanan arah akibat kondisi yang ada. Demikian pantauan Sripo, Senin (2/2)  amblasnya jalan yang ada lebih  diakibatkan hujan yang turun cukup deras sepanjang minggu malam.

 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 16 - 21 dari 52