|
Amblas 10 Meter, Pagaralam-Tanjungsakti Lumpuh |
|
Ditulis Oleh Chandra Tasti
|
|
Sriwijaya Post - 2/2/2009 17:10 WIB PAGARALAM, SENIN - Jalur utama penghubung Pagaralam-Tanjungsakti tepatnya di Dusun Pagarden, Kelurahan Pagarwangi dan Dusun Murasiban, Kelurahan Muarasiban, Kecamatan Dempo Utara amblas sepanjang 10 meter dengan kedalaman badan jalan yang amblas dengan lebar 2,5 m. Kondisi yang ada membuat kendaraan yang melintas di daerah ini menjadi terganggu, dan harus berjalan bergantian berlawanan arah akibat kondisi yang ada. Demikian pantauan Sripo, Senin (2/2) amblasnya jalan yang ada lebih diakibatkan hujan yang turun cukup deras sepanjang minggu malam.
|
|
|
Sejumlah Titik Ruas Jalan Rawan Longsor |
|
Ditulis Oleh Chandra Tasti
|
|
Sriwijaya Post - 4/2/2009 15:56 WIB LAHAT, RABU – Sejumlah titik pada ruas jalan negara serta jalan provinsi di wilayah Kabupaten Lahat rawan longsor, apalagi hujan tidak menentu dan umumnya curah tinggi saat ini. Beberapa titik badan jalan menjadi langganan longsor dan amblas karena ruas jalan berada di pinggang bukit. Kepala UPTD Dinas PU Biamarga Sumsel di Lahat, Ir. Yuzal MG ditemui Sripo (4/2) membenarkan sejumlah titik ruas jalan menjadi langganan dan rawan longsor pada musim hujan. Pada ruas jalan provinsi menghubungkan Lahat – Pagaralam, terdapat 3 titik kawasan rawan longsor yakni pada KM 16 sampai KM 20 antara Desa Tanjung Mulak hingga Desa Kedaton. Selain berkelok badan jalan berada di pinggang bukit disisi tebing dan jurang dalam serta kondisi tanah juga labil.
|
|
|
Aktivitas Dempo Meningkat |
|
Ditulis Oleh Ahmad Mujib
|
|
Sriwijaya Post - 6/2/2009 19:13 WIB PAGARALAM, JUMAT - Meningkatnya aktivitas Gunung Api Dempo dalam seminggu belakangan membuat petugas Pos Pemantau Gunung Api Dempo harus memindahkan alat perekam atau seismograf ke puncak paling tinggi gunung berapi di Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut. Pasalnya, saat ini aktivitas gunung api Dempo cukup mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan waktu sebelumnya. Data Kamis (5/2) mencatat telah terjadi saatu kali tektonik jauh, tiga kali vulkanik B atau vulkanik dalam lima kali gempa hembusan dan tiga kali gempa terasa. Kemudian, Jumat (6/2) sekitar pukul 10.45 detik gunung api Dempo juga terjadi gempa terasa yang cukup lama sekitar 210 detik dengan kekuatan 2 MMI dengan amlitudo 50 Mhz.
|
|
|
Hutan Peninggalan Belanda Di Rambah |
|
Ditulis Oleh Ahmad Mujib
|
|
Sriwijaya Post - 6/2/2009 19:10 WIB PAGARALAM, JUMAT - Puluhan hektare hutan lindung yang ditanami pohon-pohon peninggalan zaman Belanda di daerah Selibar tepatnya di Talang Berangin, Kelurahan Selibar, Kecamatan Pagaralam Utara mulai dirambah masyarakat. Sedikitnya sekitar 50 persen dari 30 hektare hutan lindung yang masuk kawasan hutan lindung Bukit Dingin, gunung Dempo ini sudah dirambah oleh masyarakat untuk dijadikan kebun.
Kepada wartawan Lurah Selibar, Gusroni SE, Jumat (6/2) mengatakan perambahan hutan lindung didukung faktor hutan tersebut berbatasan dengan tanah milik masyarakat. Akibatnya, masyarakat terus menerus memerluas areal perkebunan memasuki daerah hutan lindung. Padahal hutan lindung ini peninggalan zaman Belanda dan memiliki aneka ragam tanaman hutan yang sudah langka seperti cemara, tenam, lagan dan sejumlah kayu yang umurnya sudah mencapai ratusan tahun lainya.
|
|
|
Dana Berobat Gratis di Pagaralam Rp 3,9 Miliar |
|
Ditulis Oleh Ahmad Mujib
|
|
Sriwijaya Post - 13/2/2009 18:35 WIB PAGARALAM, JUMAT - Untuk mendukung program berobat gratis di Kota Pagaralam total anggaran yang sudah dialokasikan mencapai Rp 3,9 miliar. Dengan rincian pemerintah Kota Pagaralam telah menganggarkan dana sebesar Rp 2,3 miliar dari total APBD Kota Pagaralam tahun 2009 mencapai Rp 420 miliar, dan sharing dari pemerintah provinsi sebesar Rp 1,6 miliar. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Dt H Rasidi Amri MT MKM, Jumat (13/2). Menurutnya untuk mendukung program berobat dan sekolah gratis di Kota Pagaralam, pemerintah Kota Pagaralam melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2009 telah menambah alokasi dana untuk kesehatan. Namun, jumlah dana tersebut belum diketahui cukup atau tidak untuk pembiayaan kliem dari RSD Besemah yang sudah menerapkan berobat gratis.
|
|
|
Radius 2 KM dari Dempo, Warga Dilarang Mendekat |
|
Ditulis Oleh / Dikutif dari Sripo
|
PAGARALAM, JUMAT - Pasca terjadinya peningkatan aktivitas Dempo dengan terjadinya gempa freatik dan terjadinya hujan abu per 1 Januari lalu, aktivitas Gunung Dempo masih belum menentu dan hingga sekarang ini aktivitas seperti gempa vulkanik, gempa tektonik masih terjadi. Bahkan sejak seminggu terakhir ini tercatat terjadi 66 kali embusan di Gunung Api Dempo (GAD). Masih terjadinya peningkatan aktivitas otomatis hingga sekarang ini status Dempo masih tetap waspada sehingga warga dilarang mendekati kawah gunung api Dempo dengan radius 2 kilometer. Sebab, jika terjadi kembali embusan seperti beberapa waktu lalu dapat membahayakan jiwa pendaki atau masyarakat itu sendiri karena dikhawatirkan terhirup gas beracun yang keluar dari kawah dempo.
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 21 - 26 dari 52 |