|
Jalan Alternatif Pagaralam-Kotaagung Rusak Parah |
|
Ditulis Oleh Ahmad Mujib
|
|
Sriwijaya Post - Kamis, 19 Februari 2009 18:31 WIB http://www.sripoku.com/view/6692/Jalan-Alternatif-Pagaralam-Kotaagung-Rusak-Parah.html PAGARALAM, KAMIS - Jalan alternatif yang menghubungkan Pagaralam-Lahat tepatnya melalui ruas Bandar Kota Pagaralam tembus ke Kota Agung Lahat sepajang 20 km kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan sepanjang jalan tersebut dipenuhi semak, lobang dan longsor sehingga jalan ini menjadi licin. Apalagi kondisi sepanjang jalan tersebut berada di pinggir jurang
|
|
|
Ribuan Ha Hutan Lindung di Pagaralam Kritis |
|
Ditulis Oleh Ahmad Mujib
|
|
Sriwijaya Post - Kamis, 19 Februari 2009 18:23 WIB http://www.sripoku.com/view/6690/Ribuan-Ha-Hutan-Lindung-di-Pagaralam-Kritis.html PAGARALAM, KAMIS - Meskipun Pemerintah pusat sudah menganggarkan sekitar Rp 8,5 triliun melalui Departemen Kehutanan (Dephut) untuk proyek Gerakan Rehabilitasai Hutan dan Lahan (Gerhan) sebagai upaya menyelamatkan kerusakan hutan lindung termasuk yang berada di Kota Pagaralam ternyata langkah itu kurang efektif. Dari total luas hutan lindung 28.740 hektare dengan kondisi kerusakan parah seluas 7.775 hektar.
|
|
|
Amblas 10 Meter, Pagaralam-Tanjungsakti Lumpuh |
|
Ditulis Oleh Chandra Tasti
|
|
Sriwijaya Post - 2/2/2009 17:10 WIB PAGARALAM, SENIN - Jalur utama penghubung Pagaralam-Tanjungsakti tepatnya di Dusun Pagarden, Kelurahan Pagarwangi dan Dusun Murasiban, Kelurahan Muarasiban, Kecamatan Dempo Utara amblas sepanjang 10 meter dengan kedalaman badan jalan yang amblas dengan lebar 2,5 m. Kondisi yang ada membuat kendaraan yang melintas di daerah ini menjadi terganggu, dan harus berjalan bergantian berlawanan arah akibat kondisi yang ada. Demikian pantauan Sripo, Senin (2/2) amblasnya jalan yang ada lebih diakibatkan hujan yang turun cukup deras sepanjang minggu malam.
|
|
|
Sejumlah Titik Ruas Jalan Rawan Longsor |
|
Ditulis Oleh Chandra Tasti
|
|
Sriwijaya Post - 4/2/2009 15:56 WIB LAHAT, RABU – Sejumlah titik pada ruas jalan negara serta jalan provinsi di wilayah Kabupaten Lahat rawan longsor, apalagi hujan tidak menentu dan umumnya curah tinggi saat ini. Beberapa titik badan jalan menjadi langganan longsor dan amblas karena ruas jalan berada di pinggang bukit. Kepala UPTD Dinas PU Biamarga Sumsel di Lahat, Ir. Yuzal MG ditemui Sripo (4/2) membenarkan sejumlah titik ruas jalan menjadi langganan dan rawan longsor pada musim hujan. Pada ruas jalan provinsi menghubungkan Lahat – Pagaralam, terdapat 3 titik kawasan rawan longsor yakni pada KM 16 sampai KM 20 antara Desa Tanjung Mulak hingga Desa Kedaton. Selain berkelok badan jalan berada di pinggang bukit disisi tebing dan jurang dalam serta kondisi tanah juga labil.
|
|
|
Aktivitas Dempo Meningkat |
|
Ditulis Oleh Ahmad Mujib
|
|
Sriwijaya Post - 6/2/2009 19:13 WIB PAGARALAM, JUMAT - Meningkatnya aktivitas Gunung Api Dempo dalam seminggu belakangan membuat petugas Pos Pemantau Gunung Api Dempo harus memindahkan alat perekam atau seismograf ke puncak paling tinggi gunung berapi di Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut. Pasalnya, saat ini aktivitas gunung api Dempo cukup mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan waktu sebelumnya. Data Kamis (5/2) mencatat telah terjadi saatu kali tektonik jauh, tiga kali vulkanik B atau vulkanik dalam lima kali gempa hembusan dan tiga kali gempa terasa. Kemudian, Jumat (6/2) sekitar pukul 10.45 detik gunung api Dempo juga terjadi gempa terasa yang cukup lama sekitar 210 detik dengan kekuatan 2 MMI dengan amlitudo 50 Mhz.
|
|
|
Hutan Peninggalan Belanda Di Rambah |
|
Ditulis Oleh Ahmad Mujib
|
|
Sriwijaya Post - 6/2/2009 19:10 WIB PAGARALAM, JUMAT - Puluhan hektare hutan lindung yang ditanami pohon-pohon peninggalan zaman Belanda di daerah Selibar tepatnya di Talang Berangin, Kelurahan Selibar, Kecamatan Pagaralam Utara mulai dirambah masyarakat. Sedikitnya sekitar 50 persen dari 30 hektare hutan lindung yang masuk kawasan hutan lindung Bukit Dingin, gunung Dempo ini sudah dirambah oleh masyarakat untuk dijadikan kebun.
Kepada wartawan Lurah Selibar, Gusroni SE, Jumat (6/2) mengatakan perambahan hutan lindung didukung faktor hutan tersebut berbatasan dengan tanah milik masyarakat. Akibatnya, masyarakat terus menerus memerluas areal perkebunan memasuki daerah hutan lindung. Padahal hutan lindung ini peninggalan zaman Belanda dan memiliki aneka ragam tanaman hutan yang sudah langka seperti cemara, tenam, lagan dan sejumlah kayu yang umurnya sudah mencapai ratusan tahun lainya.
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 19 - 24 dari 52 |